Review Upin Ipin Musim 13 – Bila Hujan Turun

Berita|tayangan televisi

Nenek sedang menunggu Upin Ipin yang belum juga pulang padahal sudah gelap dan akan turun hujan. Sementara itu Upin Ipin sedang bermain dengan teman-temannya. Begitu hujan, mereka berlari ke sebuah pondok agar bisa berteduh. Mei-Mei mengajak Susanti untuk pulang karena hujannya akan lebat. Yang lain bertanya bagaimana mereka akan pulang. Ternyata, Mei-Mei dan Susanti memiliki jas hujan. Sementara itu, Upin dan Ipin serta yang lainnya malah main hujan. Mereka berimajinasi untuk bermain di parit. Tak lama kemudian, datang atok yang langsung menegur mereka. Tetapi payung atok justru tertiup angin dan anak-anak tersebut menertawakannya. Mereka lanjut bermain dengan meletakkan kapal di parit. Setelah itu, ada petir sehingga Upin dan Ipin serta teman-temannya lari ketakutan.

Nenek masih memikirkan Upin dan Ipin sehingga meminta kak Ros untuk mencarinya. Namun Upin dan Ipin sudah tiba di rumah dalam keadaan basah. Mereka diminta untuk langsung mandi agar tidak demam. Setelah mandi, Upin dan Ipin meminta nenek untuk membelikan jas hujan. Kak Ros meledek mereka, tetapi nenek bilang akan membelikan Upin dan Ipin jas hujan dengan satu syarat, mereka tidak memaksakan diri untuk keluar saat ada petir. Kemudian, kak Ros di luar untuk membersihkan tampungan air. Upin dan Ipin juga berlari untuk ke luar rumah. Kak Ros memperingatkan mereka agar tidak lompat karena ada kubangan di depan rumah mereka. Jika mereka lompat, kak Ros akan terkena lumpur. Sayangnya, mereka sudah terlanjur lompat sehingga wajah kak Ros dipenuhi dengan lumpur. Ia menjadi marah pada Upin dan Ipin yang mengatakan padanya mereka tidak sengaja.

Upin dan Ipin berada di rumahnya, namun izin untuk ke luar karena ingin bermain. Apalagi, sudah tidak hujan. Tetapi, nenek mengatakan bisa jadi ada hujan panas, yakni hujan yang turun saat panas terik. Jika terkena hujan ini, Upin Ipin bisa demam. Kemudian, kak Ros juga menjelaskan ada jenis hujan lainnya, yakni hujan es yang bisa menyebabkan sakit jika terkena tubuh kita. Sayangnya, Upin dan Ipin tetap ingin bermain dengan teman-temannya. Ehsan juga datang untuk mengajak mereka bermain soft ball. Meskipin beberapa dari mereka bilang tidak bisa, anak-anak ini tetap melanjutkan ajakan Ehsan untuk bermain soft ball.

Mereka saling tertawa melihat tingkah masing-masing saat menangkap dan memukul bola. Tiba saat giliran Upin, Upin ternyata berhasil memukul bola. Bahkan bola tersebut dipukul sangat jauh sehingga Upin Ipin harus mencarinya. Teman-teman yang lain masih menunggu walaupun sudah merasa bosan. Mereka akhirnya memutuskan untuk mencari Upin dan Ipin. Ternyata, Upin dan Ipin sedang bermain digenangan yang mereka anggap berenang. Teman-teman lainnya kemudian ikut bergabung di genangan tersebut. Mereka sangat senang.

Pada sore hari, Upin dan Ipin pulang dalam keadaan kotor. Makanya Upin memberi ide untuk membantu kak Ros mengangkat jemuran. Kak Ros melihat mereka dan sangat senang mereka sudah membantu kak Ros. Akan tetapi, jemuran tersebut justru terjatuh ke kubangan air sehingga kotor. Tentu saja hal ini membuat kak Ros murka. Keesokan harinya, Upin dan Ipin ingin kembali main. Kak Ros melarang mereka dan meminta mereka untuk membantu kak Ros. Upin dan Ipin kemudian membantu memindahkan cucian tersebut. Kak Ros bilang ia sedang ada di luar, tetapi lupa bawa payung sehingga Upin dan Ipin ingin menjemput kak Ros.